Bogor, UpdateBeritatv.com — Pelaksanaan proyek Bangunan Konservasi Dam Parit di Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, menuai sorotan. Proyek swakelola senilai Rp123 juta yang didanai Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian melalui BPLIP Kelas I Bandung Tahun Anggaran 2026 itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis, Selasa (28/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, wartawan mendapati pekerja diduga mengambil batu langsung dari aliran selokan atau sungai kecil di sekitar lokasi proyek untuk dijadikan material pembangunan dam parit. Temuan tersebut memunculkan dugaan penggunaan material yang tidak memenuhi spesifikasi pekerjaan.
Saat wartawan hendak melakukan kegiatan kontrol sosial terhadap proyek yang diduga tidak sesuai spesifikasi tersebut, Ketua Kelompok Tani Bungur Jaya, Madun, diduga menunjukkan sikap kurang kooperatif. Saat kedatangan awak media, Madun menyatakan.
“Saya tidak mengundang wartawan ke sini,”ucapnya
Pernyataan tersebut memicu pertanyaan mengenai keterbukaan pelaksanaan proyek yang dibiayai menggunakan anggaran negara. Padahal, proyek pemerintah pada prinsipnya dapat diawasi masyarakat, termasuk oleh insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan Bangunan Konservasi Dam Parit (Swakelola) yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Bungur Jaya di Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Proyek memiliki nilai anggaran Rp123.000.000 dan ditujukan untuk mendukung konservasi lahan pertanian.
Temuan dugaan penggunaan batu yang diambil dari sekitar lokasi proyek dinilai perlu mendapat perhatian dari instansi terkait. Pengawasan terhadap mutu material dan kualitas pekerjaan dinilai penting agar hasil pembangunan sesuai dengan ketentuan teknis dan tujuan program.
Hingga berita ini ditulis, ketua kelompok Madun belum memberikan penjelasan terkait dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi maupun maksud pernyataannya, “Saya tidak mengundang wartawan ke sini.” Sementara itu, instansi yang membina program tersebut juga belum memberikan keterangan resmi. Berita ini akan diperbarui setelah diperoleh hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
(TIM)

