P3-TGAI di Bojongrangkas Hampir Rampung, Warga Optimistis Banjir Berkurang dan Produktivitas Pertanian Meningkat

 

Bogor, UpdateBeritaTv — Upaya mengatasi persoalan banjir sekaligus memperbaiki sistem pengairan pertanian di Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, mulai menunjukkan hasil. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang didanai APBN Tahun Anggaran 2026 kini memasuki tahap penyelesaian akhir setelah pengerjaannya mencapai hari ke-13.

Program yang dilaksanakan oleh P3A Tani Gempita tersebut membangun saluran irigasi sepanjang 261 meter dengan nilai anggaran Rp195 juta. Kehadiran saluran irigasi baru ini diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan banjir yang selama ini kerap melanda kawasan permukiman dan lahan persawahan warga.

Ketua P3-TGAI, Roso, mengatakan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang telah lama menginginkan perbaikan sistem drainase dan irigasi di wilayahnya.

“Lokasi ini sering mengalami banjir saat musim hujan. Karena itu masyarakat mengusulkan pembangunan saluran irigasi melalui program P3-TGAI. Alhamdulillah, pekerjaan berjalan lancar dan saat ini sudah memasuki tahap finishing,” ujar Roso, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, pembangunan saluran irigasi tidak hanya bertujuan mengurangi genangan air, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung aktivitas pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.

Roso menuturkan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Selain merasa terbantu, warga juga berharap infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan sektor pertanian.

“Harapan kami sederhana, semoga banjir yang selama ini menjadi persoalan dapat berkurang dan para petani bisa memperoleh hasil panen yang lebih baik,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris P3-TGAI, Iwong. Ia menilai perbaikan jaringan irigasi menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini aliran air yang kurang optimal berdampak terhadap produktivitas lahan pertanian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan melalui program P3-TGAI. Mudah-mudahan pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, terutama para petani yang selama ini terdampak banjir,” ucapnya.

Meski pembangunan tahap pertama hampir selesai, kebutuhan penanganan saluran irigasi di lokasi tersebut masih cukup panjang. Dari total kebutuhan lebih dari 500 meter, baru 261 meter yang berhasil dibangun sehingga masih tersisa sekitar 300 meter saluran yang diharapkan dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya.

Selain melanjutkan pembangunan sisa saluran, pengurus P3-TGAI juga mengusulkan pembangunan sodetan di sisi barat sebagai bagian dari penataan sistem aliran air. Langkah tersebut diyakini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengendalikan banjir sekaligus menjaga pasokan air bagi lahan pertanian.

Dengan hampir rampungnya pembangunan tahap pertama, warga Bojongrangkas berharap program P3-TGAI dapat terus berlanjut. Mereka optimistis keberadaan saluran irigasi yang lebih baik tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *