H. Aang Buka Suara soal Dugaan Pembakaran Limbah di Bantarsari, RT Saman Akui Bantu Penghasilan Warga

 

Kabupaten Bekasi – Update Berita TV. Com Terkait Pemberitaan mengenai dugaan aktivitas pembakaran limbah sisa produksi di Kampung Selang RT 003/RW 003, Dusun II, Desa Bantarsari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, menuai tanggapan dari tokoh masyarakat setempat, H. Aang.

H. Aang menyampaikan keberatan terhadap pemberitaan yang menyoroti dugaan pencemaran lingkungan tersebut. Menurutnya, keberadaan usaha itu tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi pemiliknya, tetapi juga membantu masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau bicara soal asap, kegiatan pembakaran itu dilakukan pada tengah malam. Selama ini, lingkungan di sekitar sini tidak menunjukkan dampak seperti yang diberitakan. Saya sebagai tetangga dekat justru ingin menyampaikan kondisi yang sebenarnya,” ujar H. Aang.

Ia menuturkan, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi selama ini tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Berdasarkan pengamatannya, warga di lingkungan terdekat juga tidak menunjukkan gangguan kesehatan yang diketahuinya akibat aktivitas tersebut.

RT Samat Benarkan Usaha Bantu Penghasilan Warga

Sementara itu, RT Samat selaku Ketua RT setempat membenarkan bahwa keberadaan usaha pembakaran limbah tersebut turut membantu masyarakat dalam memperoleh penghasilan.

Menurutnya, aktivitas usaha itu memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang terlibat dan menggantungkan sebagian pendapatannya dari kegiatan tersebut.

Keterangan RT Samat menjadi salah satu sudut pandang masyarakat setempat yang perlu diperhatikan dalam melihat persoalan tersebut, terutama terkait dampak sosial dan ekonomi apabila aktivitas usaha dihentikan.

Meski demikian, manfaat ekonomi suatu usaha tetap perlu berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan hidup.

H. Aang Pertanyakan Keberatan Pihak Luar

Sebagai warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi, H. Aang mempertanyakan munculnya keberatan dari pihak luar mengenai dugaan dampak aktivitas pembakaran tersebut.

Ia menilai, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka agar persoalan tidak hanya dilihat dari satu sisi.

“Saya ini tetangga dekat. Kalau memang dampaknya begitu besar, seharusnya kami yang tinggal paling dekat bisa merasakan langsung. Faktanya, selama ini warga di sini baik-baik saja. Karena itu, saya mempertanyakan mengapa justru pihak dari luar yang mempermasalahkannya,” ungkapnya.

Namun, pengamatan warga mengenai kondisi kesehatan sehari-hari belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran udara. Kepastian mengenai kondisi lingkungan tetap memerlukan pemeriksaan dan pengujian oleh instansi berwenang.

Soroti Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

H. Aang juga meminta agar dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat menjadi bagian dari pertimbangan dalam penanganan persoalan tersebut.

Menurutnya, apabila aktivitas usaha dihentikan tanpa pemeriksaan menyeluruh, masyarakat yang selama ini mendapatkan penghasilan dari kegiatan tersebut berpotensi kehilangan sumber pendapatan.

Ia berharap, setiap persoalan diselesaikan melalui komunikasi, klarifikasi, dan pemeriksaan berdasarkan fakta di lapangan.

“Jangan sampai usaha yang selama ini membantu menghidupi masyarakat langsung dipandang negatif. Kalau memang ada persoalan, silakan diperiksa secara terbuka dan objektif. Jangan hanya melihat satu sisi, tetapi abaikan masyarakat yang selama ini mendapatkan penghasilan,” tegasnya.

Kritik Pemberitaan, Minta Semua Pihak Berimbang

Lebih lanjut, H. Aang mengkritik pemberitaan yang menurut penilaiannya terlalu menitikberatkan pada dugaan dampak negatif tanpa memberikan ruang yang cukup bagi pandangan masyarakat di sekitar lokasi.

Ia menilai, pemberitaan mengenai persoalan tersebut seharusnya mengedepankan keberimbangan dan tidak terburu-buru membentuk persepsi negatif sebelum seluruh fakta terungkap.

“Terus terang, saya menilai pemberitaan seperti ini perlu dikaji kembali. Jangan sampai ada pihak yang terkesan hanya mencari kesalahan dari persoalan yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya. Masyarakat juga harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan fakta dari sudut pandang mereka,” tutupnya
( Awaludin B )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *