KABUPATEN BEKASI ,Pebayuran – Update Berita TV. Com Respons cepat lintas unsur pemerintah mendapat apresiasi dari warga setelah laporan terkait pohon randu atau kapuk yang telah mati di sekitar saluran irigasi SS BKG 15, Kampung Sekunder, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, ditindaklanjuti.
Pohon randu yang diperkirakan telah berusia puluhan tahun tersebut dalam kondisi mati dan batangnya masuk atau tercebur ke saluran irigasi SS BRSG (Bangunan Rawa Segaran). Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu aliran air sekaligus berpotensi membahayakan warga yang beraktivitas di sekitar saluran.
Laporan tersebut disampaikan masyarakat, salah satunya Ibu Mimin, warga Kampung Sekunder. Aduan warga kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, Pemerintah Desa Bantarjaya serta Perum Jasa Tirta (PJT) II.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan penebangan dan penanganan pohon tersebut. Untuk mengangkat batang pohon yang masuk ke saluran irigasi, PJT II mengerahkan alat berat berupa ekskavator (beko).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap laporan masyarakat sekaligus menjaga keamanan lingkungan dan kelancaran fungsi saluran irigasi.
Respons cepat ini juga sejalan dengan upaya penanganan jaringan irigasi di wilayah Pebayuran yang saat ini tengah mendapat perhatian lintas instansi. Sebelumnya, Pemkab Bekasi bersama PJT II dan unsur terkait juga melakukan normalisasi jaringan Saluran Sekunder BKG untuk memperlancar distribusi air ke wilayah pertanian.
Warga Sampaikan Terima Kasih
Atas respons tersebut, masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Plt Bupati Bekasi dr Asep Surya Atmaja, Perum Jasa Tirta II (PJT II), serta Pemerintah Desa Bantarjaya yang telah menindaklanjuti laporan warga.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh unsur yang terlibat di lapangan karena persoalan tersebut dapat segera ditangani secara bersama-sama.
“Terima kasih kepada Plt Bupati Bekasi, PJT II dan Pemerintah Desa Bantarjaya yang sudah merespons laporan masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini terus dilakukan agar masyarakat merasa aman dan persoalan di lapangan bisa cepat ditangani,” ujar warga.
Penanganan pohon mati tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mencegah batang pohon menghambat saluran irigasi.
Pemerintah Kabupaten Bekasi sendiri sebelumnya telah mendorong percepatan normalisasi jaringan irigasi BKG, termasuk di wilayah BKG 15, sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi air bagi masyarakat dan sektor pertanian.
Peristiwa di Kampung Sekunder ini menjadi contoh penting bahwa laporan masyarakat dapat menjadi bagian dari pengawasan lingkungan dan pelayanan publik, terutama ketika ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi. (Awaludin Budiono )






