Banyuasin, updateberitatv – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Banyuasin tancap gas dalam menyelaraskan target kinerja tahun 2026.
Hal ini ditegaskan Plt. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin, Drs. Moren Naibaho, M.Si., menjelang Rapat Kerja (Raker) Rencana Aksi yang digelar Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan pada Kamis (5/3/2026).
Moren Naibaho bersama jajaran pejabat pengawas dan koordinator substansi mengikuti agenda ini secara daring melalui zoom meeting.
“Pertemuan ini menjadi titik krusial guna memastikan setiap program pertanahan berjalan sesuai koridor efisiensi dan transparansi,” jelas Moren Naibaho dalam keterangannya.
*Fokus Utama: Evaluasi dan Solusi:*
Berdasarkan jalannya Rakerda, terdapat tiga poin fundamental yang menjadi sorotan utama dalam transformasi bidang pertanahan saat ini:
1. Penyelesaian Tunggakan Layanan: Rapat ini melakukan pemetaan mendalam terhadap kendala teknis maupun administratif dari tahun-tahun sebelumnya.
Tujuannya jelas, memastikan tidak ada lagi pekerjaan rumah yang menghambat kepastian hukum hak atas tanah masyarakat.
2. Akselerasi Program Prioritas Nasional: Evaluasi realisasi program nasional dilakukan untuk memastikan target-target besar pemerintah pusat dapat dieksekusi dengan tepat sasaran di level daerah.
3. Transformasi Layanan Digital: Raker ini mempertegas komitmen peningkatan kualitas Layanan Elektronik.
“Inisiatif ini bertujuan memangkas birokrasi dan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pertanahan secara real-time dan transparan,” terangnya.
*Langkah Strategis 2026:*
Dalam pemaparannya, Moren Naibaho menekankan bahwa rencana aksi tahun anggaran 2026 bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah peta jalan untuk memperkuat sinergi antar-seksi.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan target, memperkuat sinergi, dan menyusun langkah strategis demi menyukseskan program prioritas nasional,” jelas Moren Naibaho.
Melalui penyelenggaraan Raker ini, diharapkan tercipta kesinambungan layanan yang lebih profesional.
“Terutama dalam mendorong ekosistem layanan pertanahan berbasis elektronik di seluruh wilayah Sumatera Selatan khususnya di Kantah Kabupaten Banyuasin,” pungkas Moren Naibaho.






